Judul tulisan yang mengandung ada sedikit rasa ketidaksetujuan mengenai pembangunan jalan tol yang justru dikembangkan di pulau jawa atau yang sudah dikenal dengan sebuan Jalan Tol Trans Jawa, Mengapa?
Sejarah infrastruktur baik jalan raya maupun jalan kereta api di pulau jawa, bisa kita lihat bersama jaringan jalan kereta api di Pulau Jawa sudah cukup mumpuni dan terintegrasi dengan baik. seandainya saja pemerintah lebih mengedepankan pengembangan Jalan Kereta Api untuk infrastruktur di pulau Jawa, bisa lebih cepat waktu yang dibutuhkan untuk membuat jaringan jalan kereta api yang terintegrasi antar daerah.
Double Track sudah dicanangkan sejak beberapa tahun yang lalu oleh Pemerintah, akan tetapi realisasi tidak secepat pembangunan Jalan Tol. banyak pertanyaan yang diajukan, dengan awalan pertanyaan menggunakan kata “mengapa?” marilah kita coba menjawab pertanyaan ini dengan adil dari sudut pandang yang tidak memojokan pihak manapun. dalam kalangan ilmiah kita mencoba membuat penilaian yang objektif mengenai isu ini.
karena boleh jadi pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul itu karena kita memang belum punya banyak informasi mengenai apa yang sedang kita bicarakan, maka hal pertama baik sekali untuk meyajikan data terlebih dahulu. ada pendapat yang kurang positif mengenai ini, didasarkan pada alasan finansial. pembangunan jalan tol dananya bersumber dari operator jalan tol bisa BUMN ataupun Swasta, akan tetapi kita tahu pembangunan Jalan Kereta Api dananya dari mana??? PT KAI yaitu BUMN bolehlah kita sebut saja bersumber dari APBN, nah ini mungkin yang menjadi alasan mengapa pembangunan jalan Tol di pulau jawa lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan Jalan Kereta Api.
Mari kita coba untuk mengestimasi biaya pembangunan Jalan Tol vs Pengembangan Double Track dengan analisa sederhana bisa kita simpulkan pengembangan Double Track membutuhkan biaya yang lebih sedikit?? dari lahan saja bisa kita lihat berapa banyak lahan yang beralih fungsi jika dibuat Jalan Tol, lahan-lahan yang relatif produktif untuk pertanian akan berubah menjadi lahan yang mati. memang tentu sudah ada Studi Kelayakan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan sebelum pembangunan Jalan Tol tersebut, dan hampir bisa dipastikan Studi AMDAL akan menghasilkan studi yang pasti layak, sehingga tentulah pembangunan Jalan Tol terus dilanjutkan.
sedangkan apabila pengembangan Double Track hampir sedikit saja membutuhkan penambahan lahan, mengapa karena ROW jalan kereta api di Jawa cukup untuk Double Track, ukuran lebar secara pastinya belum saya ketahui. dengan pengembangan transportasi kereta api, yang pertama kereta api lebih cepat dari pada mobil, efisiensi pemindahan manusia dan barang relatif lebih cepat.
nanti kita lanjutkan lagi mengenai pembahasan ini, mana yang lebih tepat diterapkan di pulau Jawa, Toll Road or Double Track ? dengan variable terikat : waktu pembanguna, dampak sosial budaya, dampak ekonomi, dan dampak lingkungan.
Komentar