Apa itu KPS atau Public Private Partnership???

2 07 2011

Konsep Public Private Partnership (PPP)

Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) atau sering dikenal dengan PPP (Public Private Partnership) yaitu suatu bentuk kerjasama antara Pemerintah dengan pihak Swasta dalam penyediaan Infrastruktur. Kerjasama tersebut meliputi pekerjaan konstruksi untuk membangun, meningkatkan kemampuan pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik (Bappenas, 2009)
Sejarah PPP di Indonesia
Secara faktual, PPP telah di implementasikan sejak tahun 1974, melalui Pembangunan Jalan Tol Jakarta – Bogor – Ciawi. Namun, model kerjasama pemerintah-swasta pada saat itu belum mejadi primadona ketika itu, karena sumber pembiayaan utamanya berasal dari pinjaman luar negeri, Pada tahun 1978 Jalan Tol Jagorawi dioperasikan oleh PT. Jasa Marga, yang dibentuk sebagai perusahaan perserooan yang khusus bergerak dibidang penyelenggaraan jalan tol. Sampai 1987, seluruh jalan tol dibangun oleh PT. Jasa Marga dengan biaya pinjaman Government to Government dan dana obligasi PT. Jasa Marga. dan investor swasta baru mulai diikutsertakan pada tahun 1987, melalui sitem BOT (Build, Operate, Transfer). Jalan Tol Swasta pertama adalah Tangerang – Merak, yang dibangun oleh PT. Marga Mandala Sakti (PU, 2009)

Payung Hukum KPS

1. Perpres No. 67 tahun 2005, tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam penyediaan Infrastruktur, yang sekarang  berubah menjadi Perpres No.13 tahun 2010

2. Permen Keuangan No. 38 tahun 2006, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian dan Pengelolaan Risiko atas Penyediaan Infrastruktur.

3. Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2007, tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah.

4. Permenko Bidang Perekonomian No. 4 tahun 2006, Tata Cara Evaluasi Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur yang Membutuhkan Dukungan Pemerintah

 

Jenis – Jenis Infrastruktur dalam Skema PPP

Jenis – jenis infrastruktur yang bisa dikerjasamakan antara Pemerintah dan Swasta antara lain :

1. Infrastruktur transportasi

2. Infrastruktur jalan

3. Infrastruktur pengairan

4. Infrastruktur air minum

5. Infrastruktur air limbah

6. Infrastruktur telekomunikasi dan informatika

7. Infrastruktur tenaga listrik

8. Infrastruktur minyak dan gas bumi

 

Bentuk – Bentuk PPP

Bentuk PPP dibagi menjadi 3 kategori  yaitu :

1. Build-Own-Operate (BOO), Build-Develop-Operate (BDO), Design-Construct-Manage-Finance (DCMF)

2. Buy-Build-Operate (BBO), Lease-Develop-Operate (LDO), Wrap-Arround-Addition (WAA)

3. Build-Operate-Transfer (BOT), Build-Own-Operate-Transfer (BOOT), Build-Rent-Own-Transfer (BROT), Build-Lease-Operate-Transfer (BLOT), Build-Transfer-Operate (BTO)

(International Monetary Fund, 2009)

 

Siklus PPP

Identifikasi & Seleksi Proyek –> Studi Kelayakan –> Proses Tender –> Negoisasi –> Manajemen Kontrak

(Bappenas, 2009)

 

Daftar Pustaka

Adji, Gunawan Dr Ir MT, 2010, The Smart Handbook of Public Private Partnership. Rene Publisher:Jakarta

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: